PAPER ESDH
PAPER PEMAMFAATAN EKONOMI SUMBER DAYA HUTAN
Dosen Penanggung Jawab:
Dr, Agus Purwoko, S.Hut, M.Si
Alfi Hidayat
191201019
Hut 4A

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
Judul Jurnal: Analisis Willingness to Pay Masyarakat terhadap Mata Air Aek Arnga di Desa Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal
Penerbit: Siti Maryam Nasution, Agus Purwoko, Kansih Sri Hartini
Tujuan Penelitian
untuk menganalisis nilai ekonomi pembayaran jasa lingkungan Mata Air Aek Arnga dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP responden terhadap Mata Air Aek Arnga.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di pedesaan sekitar Mata Air Aek Arnga yaitu Desa Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik marapi, Kabupaten Mandailing Natal. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tulis, kalkulator dan perangkat komputer. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuisioner, Microsoft Excel 2007, dan Software Statistic Peckage for Social Science(SPSS) versi 17.0. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik convenience sampling
Prosedur Penelitian
Analisis Nilai WTP Responden terhadap Pembayaran Jasa Lingkungan, tahap-tahapnya yaitu:
1. Membuat Pasar Hipotetik (Setting Up the Hypotetical Market)
2. Menghitung Dugaan Nilai Rata-Rata WTP (Calculating Average WTP)
3. Memperkirakan Kurva WTP (Estimating Bid Curve)
4. Menjumlahkan Data (Agregating Data/TWTP)
5. Analisis Fungsi Willingness to Pay (WTP)
6. Uji Statistik t
Hasil Penelitian
Jumlah keseluruhan responden yang menjadi objek penelitian adalah 30 orang. Parameter dari penelitian ini dapat digolongkan ke dalam beberapa aspek diantaranya adalah: tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jarak responden ke mata air, jumlah pengguna air, jumlah kebutuhan air, kualitas air, dan nilai Willingness to Pay (WTP) yang ditawarkan responden.Tingkat pendidikan terakhir responden didominasi oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tingkat pendapatan responden yang paling dominan adalah antara Rp. 300.000 ± 1.040.000 yaitu sebesar 66,66% dan pendapatan yang paling jarang adalah < Rp.1.780.000 - 2.400.000 dan < Rp. 2.400.000 - 3.200.000 yaitu sebesar 3,33%.
Pasar hipotetik yang telah dibangun pada saat penelitian adalah situasi hipotetik yang digambarkan berdasarkan keadaan lingkungan Mata Air Aek Arnga masa sekarang dan perkiraan di masa mendatang, yaitu memberikan gambaran lingkungan Mata Air yang sekarang masih terjaga dengan baik apabila suatu saat mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh berbagai hal antara lain pertumbuhan penduduk, tinggi-rendahnya curah hujan akan mempengaruhi jumlah ketersediaan air, kegiatan manusia yang turut mengganggu kualitas dan kuantitas air seperti halnya juga lama atau pendeknya musim kemarau akan memberikan dampak buruk terhadap masyarakat, misalnya berkurangnya pasokan air minum, tidak ada air bersih untuk keperluan rumah tangga, dan rusaknya sistem irigasi persawahan. Untuk semua dampak tersebut responden diberi pertimbangan-pertimbangan yang membuka pikiran tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat untuk menanggulanginya.
Nilai WTP adalah nilai rupiah yang ditawarkan oleh masing-masing responden sebagai biaya konservasi mata air yang telah dimanfaatkan bersama oleh masyarakat. Pendekatan Contingent Valuation Method (CVM) dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis WTP responden terhadap pembayaran jasa lingkungan yang akan diterapkan di mata air Aek Arnga. Nilai rata-rata WTP (EWTP) sebesar Rp. 109,65/KK/hari. total (agregat) surplus konsumen responden terhadap pembayaran jasa lingkungan mata air Aek Arnga adalah sebesar Rp. 707,92. Nilai total WTP dari populasi adalah sebesar Rp. 14.692,83/hari.
Berdasarkan hasil analisis regresi berganda yang diperoleh cukup baik karena dihasilkan nilai R2 sama dengan 52,9 %. Semakin besar nilai R2 maka semakin baik model regresi yang diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian tentang lingkungan yang berhubungan dengan perilaku manusia sehingga nilai R2 tidak harus selalu besar. Oleh karena itu, hasil pelaksanaan CVM dalam penelitian ini masih dapat diyakini kebenaran dan keandalannya. Selain itu nilai koefisien korelasi r adalah 0,727 yang menunjukkan bahwa korelasi dalam persamaan regresi tersebut kuat.
Model yang dihasilkan dalam penelitian ini cukup baik. Hal ini ditunjukkan oleh R2 sebesar 52,9 %, yang berarti 52,9 % keragaman WTP responden dapat diterangkan oleh keragaman variabel-variabel penjelas yang terdapat dalam model, sedangkan sisanya 47,1 % diterangkan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model. Nilai Fhitung sebesar 4.303 dengan nilai Sig sebesar 0,005. Hal ini menunjukkan variabel-variabel penjelas dalam model secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap nilai WTP responden terhadap pembayaran jasa lingkungan yang dilakukan pada taraf 95%.
Nilai potensial lingkungan adalah total pemanfaatan jasa lingkungan (25.903,33 liter) dikalikan dengan rata-rata WTP (Rp. 109,65/hari ) maka nilai potensial pemanfaatan jasa lingkungan Mata Air Aek Arnga adalah sebesar Rp. 2.840.300,13/hari atau Rp. 1.036.709.549,09/ tahun dari total pemanfaatan jasa lingkungan Mata Air Aek Arnga sebesar 25.903,33 liter/hari atau 9.454.715,45 liter/tahun.
Kesimpulan
1. Nilai rataan Willingness to Pay (WTP) yang diperoleh responden adalah Rp.109,6/KK/hari atau total nilai WTP adalah Rp. 14.692,83/hari sebagai biaya konservasi Mata Air Aek Arnga. Total pemanfaatan jasa lingkungan sebesar 9.454.715,45 liter/tahun dengan nilai potensial pemanfaatan jasa lingkungan Mata Air Aek Arnga adalah sebesar Rp.1.036.709.549,09/ tahun.
2. Faktor yang mempengaruhi nilai Willingness to Pay (WTP) Mata Air Aek Arnga adalah Rata-rata Pendapatan Rumah Tangga (RPDT), Jumlah Kebutuhan Air (JKA), dan Jumlah Pengguna Air (JPA).
Komentar
Posting Komentar